Suasana di Kediri Grand Ballroom, Jumat (23/3),
seluruh peserta lomba masih tampak bersemangat. Pemandangan para pengunjung
yang melihat mading dari berbagai sekolah tampak tidak asing lagi. Bahkan
pengunjung tak pernah terlihat sepi untuk melihat kreasi mading yang unik serta
mempunyai khas masing-masing.
Salah satu mading yang menarik perhatian kami adalah karya dari MAN Purwoasri. Mading
yang berjudul “Parade Tarian” ini menampilkan kombinasi dari tarian daerah
reog dan tari kecak dengan tarian modern dansa dan breakdance. “Mading ini merupakan inspirasi bersama semua crew” ujar salah satu crew mading. Karena ukuran mading yang
besar maka di dalamnya dibuat agar bisa mencakup budaya di Indonesia khususnya tarian
tradisional.
Siapa sangka jika mading itu hanya dibuat dalam
waktu 3 minggu oleh crew mading dan 2
pendamping. Tak heran, karena mereka mendapat dukungan penuh dari sekolah.
Bahkan kepala sekolah mereka mengirim SMS kepada seluruh guru MAN Purwoasri untuk
mendukung tim mading dari sekolah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar